Sistem Pembelajaran Al-Qur’an Berstandar Sanad & Otentik
Untuk menopang kelancaran program hafalan dan menjaga keotentikan bacaan Al-Qur’an santri, Pesantren Tahfidz Ibnu Jauzi Bogor menerapkan 7 Pilar Metode Talaqqi secara komprehensif:
┌────────────────────────────────────────────────────────────────────────┐
│ 7 PILAR METODE TALAQQI IBNU JAUZI BOGOR │
└─┬──────────┬───────────┬────────────┬───────────┬────────────┬─────────┘
│ │ │ │ │ │
┌─▼──────┐ ┌─▼──────┐ ┌─▼──────┐ ┌─▼──────┐ ┌─▼──────┐ ┌─▼──────┐ ┌─▼──────┐
│Mu'ahadah││Mulazamah│ │Musyafahah│ │Mujawwadah││Mukarrarah│ │Mudarasah││Muraja'ah│
└────────┘ └────────┘ └────────┘ └────────┘ └────────┘ └────────┘ └────────┘
Penjelasan 7 Pilar Talaqqi:
-
Mu’ahadah (Komitmen Niat & Janji Jiwa) Memperbaiki dan meluruskan niat sebelum mempelajari Al-Qur’an secara ikhlas semata-mata mencari ridha Allah SWT, serta bertekad kuat untuk menjaga Al-Qur’an dan mengamalkannya sepanjang hayat.
-
Mulazamah (Sanad Keilmuan) Proses belajar Al-Qur’an secara langsung dengan berguru kepada Ustadz/Pengajar yang memiliki sanad Al-Qur’an bersambung hingga Rasulullah SAW, guna menjamin ketertautan keilmuan yang bersambung (bersanad).
-
Musyafahah (Interaksi Tatap Muka & Pengamatan Lisan) Santri memperhatikan secara saksama gerak bibir dan artikulasi bacaan guru, kemudian menirukannya secara langsung sampai bacaannya benar-benar sempurna dan presisi.
-
Mujawwadah (Standar Kaidah Tajwid) Menunaikan bacaan Al-Qur’an secara baik dan benar sesuai standar kaidah ilmu tajwid, baik dari segi makharijul huruf, sifatul huruf, maupun hukum-hukum bacaan lainnya.
-
Mukarrarah (Pengulangan Intensif) Metode mengulang-ulang bacaan secara terstruktur hingga ayat-ayat Al-Qur’an melekat kuat dalam lisan, pikiran, dan hati santri.
-
Mudarasah (Halaqah Kolaboratif) Proses belajar dan mengkaji Al-Qur’an melalui pembagian kelompok-kelompok kecil (halaqah) di bawah bimbingan pembimbing untuk saling menyimak dan menguatkan.
-
Muraja’ah (Penjagaan Hafalan) Aktivitas mengulang kembali seluruh bacaan dan hafalan yang telah disetorkan secara berkala agar hafalan santri bersifat mutqin (kuat dan melekat) serta tidak mudah lupa.